Kamis, 28 Desember 2017

PARTICIPATORY CULTUR

Budaya partisipatif merupakan kata baru dalam referensi, tetapi berlawanan dengan budaya Konsumen ,dengan kata lain budaya di mana orang pribadi (masyarakat) tidak bertindak sebagai konsumen saja, tetapi juga sebagai kontributor atau produsen.Istilah ini paling sering diterapkan pada produksi atau penciptaan beberapa jenis media yang diterbitkan. 

kemajuan terbaru dalam teknologi (komputer kebanyakan pribadi dan internet) telah memungkinkan orang untuk membuat dan mempublikasikan media tersebut, biasanya melalui internet. Ini budaya baru yang berkaitan dengan internet telah digambarkan dalam budaya partisipatif “orang-orang muda kreatif menanggapi sejumlah besar sinyal elektronik dan komoditas budaya dengan cara yang mengejutkan pembuat mereka, menemukan arti dan identitas tidak pernah dimaksudkan untuk berada di sana dan menentang nostrums sederhana yang meratapi manipulasi atau kepasifan dari konsumen. “  partisipatif diantaranya:

1.Dengan relatif hambatan rendah untuk ekspresi artistik dan keterlibatan masyarakat
2.Dengan dukungan yang kuat untuk membuat dan berbagi kreasi seseorang dengan orang lain
3.Dengan beberapa jenis bimbingan informal dimana apa yang dikenal oleh paling berpengalaman dilewatkan bersama untuk pemula
4.Dimana anggota percaya bahwa kontribusi mereka peduli
5.Dimana anggota merasa beberapa derajat hubungan sosial dengan satu sama lain (setidaknya mereka peduli apa yang orang pikirkan tentang apa yang mereka telah menciptakan).
Partisipatif Budaya : Mobilitas, Interaktivitas dan Identitas

Meningkatnya integrasi teknologi dari pembuatan gambar mobile dalam kehidupan sehari-hari telah sedemikian tanpa ada poin-poin dan kepanikan moral, dan lagi tanpa komentar kritis. Tapi dilihat dari luar headline ini dan pelanggaran spektakuler, pertumbuhan berbagi secara online UGC yang berasal dari kamera digital ponsel menunjukan bahwa budaya digital akan terus melihat lebih jauh berbagai konten penyedia media dan generator dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, meskipun perusahaan media utama, mendirikan merek dan pemain kunci semua amat mungkin mempertahankan posisi kekuasaan professional mereka. UGC cenderung menandai kurangnya profesionalisme media, realtif sering menjadi resolusi rendah, ‘rekaman kenyataan’ bukan siaran kualitas digital. Namun, ini ‘gerilya’ atau ‘bawah tanah’ pembuatan media tidak membawa nilai-nilai dan konotasi keaslian memberontak, sebagai lawan dari professional, high-gloss nilai dari mainstream media. Dan gambar UGC diambil dari kamera ponsel dalam era berita 24 jam.

Jika komunikasi digital mobile telah memfasilitasi eksapansi sumber konten media, dapat memungkinkan para pengunjung untuk mengakses konten=konten baru dengan cara mereka sendiri.

Personalisasi ini sendiri berlaku lebih lanjut melalui penggunaan iPod dan MP3 player yang memungkinkan individu untuk mengunduh dan kemudian menyimpannya dalam daftar lagu mereka dan dengan demikina menghilangkan mediasi dari siaran radio. Ekspansi yang cepat dari ponsel, PDA, dan Blackberry dengan berbagai fitur termasuk kamera, mengunduh nada dering, tema yang berbeda untuk aksesoris menggarisbawahi bahwa mereka dapat menyesuaikan dengan yang mereka suka. Personalisasi ini, atau proses budaya individualisasi menunjukan bahwa budaya digital dengan telepon selular telah terikat kuat dengan bentuk identitas diri. P. David Marshall berpendapat bahwa representasi media –gambar orang lain dan social/kelompok budaya- telah menjadi pengungsi dalam budaya imajiner dengan “New Media”.

PARTISIPATIF BUDAYA: MOBILITAS, INTERAKTIVITAS dan IDENTITAS 115 memproduksi dan mengkonsumsi gambar sendiri, dan ini diciptakan untuk sebagai gambar profil untuk situs jejaring social, sebagai avatar, atau dalam praktik fotografi digital pribadi. Dan meskipun mungkin diasumsikan bahwa berbeda generasi dari new media pengguna justru lebih nyaman dengan perkembangan ini, dan tidak lagi bisa diasumsikan bahwa digital mobile media terbatas hanya untuk kaum muda. Dalam konteks tersebut, identitas diri tidak hanya disajikan dalam tampilan dalam mewujudkan diri, dan perhatian harus dibayarkan kepada cara bagaimana individu ini, atau membangun identitas mereka.

Tentu proses seperti presentasi diri tidak hanya hasil dari ponsel digital, dan tubuh besar karya ilmiah telah menganalisis ini pergeseran dalam hubungannya dengan cyberculture lebih luas. Tapi jelas dapat dikatakan bahwa kenaikan konsumen mengambil-up media digital mobile telah mempercepat dan memberikan kontribusi kepada pola budaya ini. Satu lagi lambang dari proses ini, selain iPod video disebutkan oleh Jenkins, ada cara di mana telepon seluler telah menjadi perangkat multimedia bekerja, bukan hanya sebagai medium komunikatif tetapi juga berguna sebagai wadah saku atau data, konten media, arsip foto dan microworlds yang aman. Seperti dunia mikro pada ponsel diri saat menjanjikan lebih dari sekedar cara SMS, email atau berbicara untuk orang-orang yang dicintai. Mereka bisa mengajukan kemungkinan-kemungkinan komunikasi nomaden, tetapi mereka juga bekerja untuk cermin dan mengamankan-identitas diri mereka berkat pemilik disimpan konten media, buku telepon dan teks yang disimpan. Mirip dengan pepatah yuppies filofax pada tahun 1980-an – file kertas yang diduga berisi semua informasi penting tentang kehidupan pemilik dan dunia sosial dapat disimpan.

Ponsel telah menjadi benda kultural dan ideologis, dibuat untuk ontologis aman dan membawa presentasi identitas diri. Ada sebuah ironi atau paradoks mungkin di sini. Berkembang biak sebagai perangkat yang ditujukan untuk membebaskan konsumen dari tempat tetap dan media analog yang lebih tua memilik, mungkin, akhirnya memperkuat dan memperbaiki presentasi identitas diri yang disesuaikan dengan mereka, multimedia dan kapasitas datastorage. Tapi versi ‘privatisasi mobile’ Raymond Williams, yang memperluas dari ‘pribadi’ identitas diri dan selera konsumen / gambar ke dalam ruang publik, juga bertemu dengan pertandingan mereka melalui ‘mobilisasi pribadi’ apa yang saya telah disebut pekerjaan budaya, dan erosi batas-batas budaya antara publik dan swasta dari luar ke dalam, serta dari dalam keluar.


REFERENASI
Digital Culture
Understanding New Media
Edited by Glen Creeber an Royston Martin Bab 7

Selasa, 07 November 2017

TELEVISI ANALOG DAN DIGITAL

TUGAS 1 INTERAKSI MANUSIA DENGAN TEKNOLOGI

SEJARAH TELEVISI ANALOG DAN DIGITAL

Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele ("jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.” (Wikipedia)
Televisi sudah menjadi barang yang wajib dimiliki, Setiap kalangan sampai ke pelosok negeri telah mengenal media yang satu ini karena memiliki jangkauan yang luas. Fungsi dari Televisi juga sangat beragam, seperti sumber informasi, kontrol sosial, media edukasi, sampai media hiburan.
Perkembangan Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini adalah perkembangan televisi dari masa ke masa.

Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, Televisi mengambil alih perhatian lebih banyak dibandingkan dengan radio.

Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu televisi berwarna sudah ada.

Pada Tahun 1967 semakin populernya televisi sehingga sudah ada banyak siaran TV berwarna.

Tahun 1970-an Televisi semakin berkembang dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1980-an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.

Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia.

Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990-an yang sangat beragam. Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak ditemukan.

Kemudian TV Rear Projection CRT memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar kedalam satu kotak yang nantinya proektor akan memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.

Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat itu.

TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran. TV ini mengirimkan cahaya langsung melalui rangkaian polarizer (sejenis cahaya filter yang digunakan untuk mengatur gelombang cahaya ke jalur tunggal untuk refleksi) sebelum diperbesar dan diproyeksikan ke layar. Meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.

TC LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma dan juga lebih hemat energi.

Pada tahun 1998, HDTV mulai diluncurkan. TV jenis ini dapat menghasilkan gambar dan suara yang sangat jernih.

Pada tahun 1999, diluncurkan DVR (Digital Video Recorder) diluncurka untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi ke dalam hard drive.

TV LED berbasis DLP HDTV pertama di produksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari aluminium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar. TV ini lebih murah dibandingkan dengan TV plasma ataupun TV LCD.

Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition). Salah satunya TV Plasma dengan ukuran layar 150 inch

Pada tahun 2007, Apple meluncurkan Apple TV. TV ini dapat dihubungkan dengan iTunes, Program televisi, Film, Video Youtube dan masih banyak lagi.

Kemudian Microsoft inc. memberikan pilihan Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik dan foto dari komputer ke TV.

Bahkan TV juga dapat masuk ke dalam video game, Seperti Xbox 360. Dengan menggunakan Netflix memungkinkan streaming video dan acara TV favorit dari Xbox 360.

Dan yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D. TV 3D menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat didepan penontonnya. 
Itulah perkembangan televisi dari masa ke masa. Jika melihat beberapa dekade ka belakang Perkembanga televisi sangat terasa dari pertama kali ditemukannya hingga sekarang. Seperti apa Televisi pada 10 atau 20 tahun mendatang? kita lihat saja perkembangannya karena teknologi televisi akan selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.


televisi ini ditemukan pada tahun 1935...Tampilan screen televisi pertama mempunyai mesin kecil dengan disk yang berputar dan sebuah lampu neon, yang saling bekerjasama untuk memberikan gambar remang2 yang berbentuk setengah dari ukuran kartu nama!! Pada masa ini disebut juga dengan istilah “Mechanical Television Era”. 

televisi ini digunakan pada tahun 1935 – 1941
Pada masa ini, sejarah televisi meliputi bahan-bahan yang berkaitan dengan televise, seperti tahun 1939 yaitu pada Pekan Raya Dunia yang berlangsung singkat dan ganjil dan akhirnya tidak sesuai/pas dengan kategori yang sudah tersedia. 



Masa Perang : Pada masa ini, siaran televise dunia dibatasi atau diberhentikan seluruhnya. Negara yang sangat drastis terkena dampaknya adalah Inggris, yang siaran televisinya dimatikan sejak September 1, 1939 sampai Juni 7, 1946. Kurang lebih 19.000 televisi dioperasikan di London pada waktu itu. Di Amerika Serikat, siaran iklan tidak terkena dampaknya hingga tahun 1942.


1950-1959 : merupakan periode yang menggembirakan bagi dunia pertelevisian. Di Amerika, Televisi B &W meledakkan inovasi baru dalam abad itu, yaitu televise berwarna elektronik dan remote controlnya yang diluncurkan, public menjadi saksi mata beberapa gaya yang diubah dan pengenalan dari transistor televise. Pada masa ini, televise mengakibatkan anak kecil menjadi anak remaja yang mulai berpikir dan mencari tahu 


dan pada saat ini lah perkembangan televisi sudah sangat maju... televisi-teleivisi yang pertama seperti almari sekarang sudah setipis kertas.

bahkan ada pula yang di letakan di tembok...


Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.

Di Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan. Berdasarkan master plan televisi yang tengah disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara nasional).Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing – masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah – wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai regulator.Untuk menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat dilakukan.

Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog

Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.

Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.

Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.

Kelebihan TV Digital

Televisi digital sudah bukan barang baru untuk saat ini. Walaupun begitu televisi digital bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap noise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code).

Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth (atau high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karena broadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital. Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. 

Kekurangan TV Digital

Infrastruktur dan teknologi digital dalam sistem penyiaran memiliki banyak keunggulan dibanding infrastruktur dan teknologi analog, seperti efisiensi penggunaan chanel frekuensi sehingga dapat menggunakan jumlah channel program, kualitas gambar dan suara lebih bagus (noise sangat kecil), penambahan  jenis ragam layanan (audio, video, data).
Namun, di samping banyak kelebihan yang menjanjikan, digitalisasi penyiaran juga tidak sepenuhnya menguntungkan sebagaimana teori di atas kertas. Ada beberapa hal yang menjadi kekurangan dalam praktik digitalisasi penyiaran.
Pertama, Kendala operasional dalam proses migrasi total dari teknologi analog menuju digital sangat terkait dengan kesiapan mayoritas penonton televisi di Indonesia yang masih menggunakan televisi analog (receiver konvensional). Kondisi ini akan memperlama proses total digital karena mau tak mau kebijakan simulcast (siaran berbarengan antara analog dan digital) harus memperhatikan kecukupan waktu. Lama jangka waktu simulcast harus dibedakan antara daerah “ekonomi maju” dan daerah “ekonomi kurang maju” sehingga dapat ditinjau kembali sesuai kesiapan masyarakat dan penyelenggara, sehingga jika pada akhirnya TV analog dapat dihentikan secara total, tidak menimbulkan kesenjangan baru. Bahkan jika masyarakat belum sepenuhnya siap, perlu dibuka kemungkinan lain, yakni tidak harus dilakukan total switch off pada televisi analog. Dengan demikian perlu dikaji alternatif yang bisa dikembangkan selain semata-mata arah menuju total switch off, tentunya dengan melihat kondisi masyarakat di lapangan yang tersebar di seluruh wilayah dengan potensi literasi teknologi yang tidak seragam. Apabila pilihannya hanya dilakukan penghentian secara total siaran analog pada tahun tertentu, sebagaimana roadmap Kominfo yang mengharuskan total switch off tahun 2018, dikhwatirkan setelah ”analog switch off” dan ternyata masih ada kelompok masyarakat di pedalaman yang tidak terjangkau digitalisasi, akibatknya komunitas tersebut sama sekali tidak dapat menerima siaran televisi. Padahal penyiaran adalah hak seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.
Kedua, secara teknis terkadang masih muncul gangguan siaran berupa cliff effect dan blank spot dalam proses siaran digital (Setyobudi, 2006). Cliff effect dan blank spot adalah ketidakstabilan penerimaan sinyal digital yang lemah sehingga menyebabkan siaran terputus-putus/patah-patah atau bahkan tdak ada gambar jika pesawat televisi tidak memperoleh sinyal sama sekali.
Ketiga, bagi lembaga pengelola penyiaran, dalam jangka pendek, digitalisasi juga mengakibatkan kerugian secara teknis. Seperti dilansir Harian Bisnis Indonesia, Selasa, 10/04/2012 kerugian justru berasal dari pemancar televisi lama yang tidak dapat digunakan. Pascamigrasi digital, seluruh materi siaran akan dipancarkan oleh lembaga penyiaran multipleksing. Alhasil, pemancar televisi lokal otomatis tidak digunakan lagi. Bambang Santoso, Ketua ATVJSI, mengatakan televisi lokal dan jaringan akan menangguk kerugian jika migrasi dilaksanakan. ATVJSI kini memiliki anggota 143 stasiun televisi. Usia operasional stasiun televisi beragam, mulai dari 5 tahun hingga 8 tahun. “Kalau diibaratkan kami ini dulunya kos, lalu berusaha keras untuk membeli rumah. Nah, sekarang kami di minta untuk meninggalkan hunian dan kembali kos,” ujar Bambang (Harian Bisnis Indonesia, Selasa, 10/04/2012 ).
Keempat, teknologi penyiaran digital juga menuntut keahlian khusus penggunanya dalam mengoperasikan alat, termasuk memperbaiki jika ada kerusakan. Keahlian dalam kaitan ini sangat terkait dengan sumber daya manusia yang harus mengikuti dan mampu bersinergi dengan digitalisasi. Media penyiaran yang kelak seluruhnya menggunakan platform digital juga harus dipahami oleh operator-operator yang notabene secara teknis saat ini masih banyak mengoperasikan teknologi analog. Dalam banyak kasus, operator senior yang pendidikannya belum mengikuti kebaruan teknologi atau secara pribadi tidak mengikuti perkembangan teknologi, pada akhirnya akan tersisih dan tidak terpakai. Dampak inilah yang jika tidak diantisipasi dari awal akan menyebabkan kesenjangan keahlian, terutama untuk institusi media-media kecil yang secara finansial belum siap mencari tenaga kerja baru maupun memberi pelatihan pada operatornya. Jika tenaga operator lama bertahan dengan kemampuan teknologi analog, maka teknologi digital tidak akan berfungsi optimal. Dengan demikian kelemahan fungsi teknologi digital salah satunya adalah ketergantungan yang tinggi terhadap ketrampilan operatornya.

Kekurangan dan kelebihan televisi analog

Pertama kali ada televisi, model dari televisi masih menggunakan konsep TV analog, kualitas gambar yang didapat masih sangat jelek, masih banyak sekali gangguan, terutama di noise gambar. TV Analog masih menggunakan CRT yang tidak hemat tempat dan tidak juga hemat listrik. Karena banyak kelemahan tersebut, maka dibuatkan TV generasi berikutnya yang tujuannya untuk meminimalisir kekurangan-kekurangan tersebut. Sekarang siaran TV yang mulai digunakan adalah Digital TV (DTV). DTV adalah transmisi sinyal yang menggunakan kode 01. Pada penyiaran on air, DTV dipancarkan menggunakan Ultra High Frequency (UHF) dengan spektrum radio mulai dari 6 MHz. Kualitas gambar sangat jernih meski dalam TV berukuran kecil. Resolusi DTV mencapai 704 pixel sehingga gambar tetap jernih meski tampil pada layar besar. Untuk video, karena dukungan resolusi yang tinggi, maka tampilan gambar per frame tidak akan menghasilkan kedipan. Beda dengan TV analog yang bila dipakai untuk video dan dipaksakan pada layar besar, gambar akan menjadi buram dan terputus-putus. DTV juga mendukung siaran HDTV.

Proses Rinci Televisi Digital 

supaya lebih menarik minat masyarakat dan menaikan kualitas pertelevisian digital ada beberapa masukan dari pakar teknologi penyiaran digital yaitu diperlukannya memberi penguatan pada pelaku usaha dalam sistem penyiaran digital yang berperan dan bermain dalam rantai nilai pengimplementasian model penyiaran bergerak tersebut, antara lain: 
a) Content Aggregator. Pihak ini yang berperan untuk mengagregasi konten pada kanal TV berdasar pada lisensi penyiaran yang dimiliki. Peran ini dimiliki oleh tiap tiap pihak yang memiliki lisensi penyiaran termasuk siaran tradisional, siaran bergerak dan operator bergerak. 
b) Operator jaringan penyiaran yang bertugas untuk mengoperasikan jaringan penyiaran. Peran ini dijalankan oleh operator jaringan penyiaran baik berdasar pada kepemilikian lisensi frekuensi sendiri atau menyediakan jasa kepada pihak ketiga yang memiliki lisensi frekuensi. 
c) Penyedia jasa layanan bergerak yang menyediakan jasa penyiaran bergerak berdasar pada lisensi platform yang dibutuhkan. Peran layanan siaran bergerak bisa diartikan sebagai sebuah jasa yang menyediakan kanal kanal penyiaran untuk penerima bergerak. 
d) Distributor yaitu yang menyediakan layanan penyiaran bergerak tersebut kepada konsumen serta membuat billing atau tagihan atas penyediaan layanan tersebut kepada konsumen.
 e) Operator jaringan bergerak yang menyedikan kanal komunikasi bergerak untuk layanan interaktif dan pembelian jasa serta perlindungannya.  Peran ini dijalankan oleh operator jaringan bergerak.
 f) Konsumen adalah mereka yang bersedia membeli atau menggunakan layanan penyiaran bergerak.

Pendapat Tentang migrasi ke Televisi Digital

migrasi pemerintah akan televisi analog ke televisi digital adalah keputusan yang baik dikarenakan kualitas visual dan audio dri televisi digital jauh di atas dari televisi analog. Tapi harga dari televisi digital belum tentu semua orang bisa membelinya dan masyarakat dulu atau lansia tentunya tidak akan merasa akrab dengan televisi digital. dari hal tersebut kiranya pemerintah bisa meninjau ulang akan hal tersebut.

Refrensi:

https://www.slideshare.net/nurzaenab02/kelebihan-dan-kelemahan-televisi
Yusuf, Iwan Awaluddin. “Kelemahan Televisi Digital”. https://bincangmedia.wordpress.com/tag/kelemahan-televisi-digital/. 5 November 2017.
http://ayumarita.blogspot.co.id/2015/09/sejarah-tv-dan-perbedaan-tv-digital-dan.html
[1] Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, peneliti di Pusat Kajian Media dan Budaa Populer (PKMBP) dan Pemantau Regulasi dan Regulator Media (PR2MEDIA) Yogyakarta.

Senin, 23 Oktober 2017

NEW MEDIA DAN INTERNET

TUGAS 1 INTERAKSI MANUSIA DENGAN TEKNOLOGI


Pengertian New Media


Menurut Ron Rice New Media adalah media teknologi komunikasi yang melibatkan komputer di dalamnya (baik mainframe, PC maupun Notebook) yang memfasilitasi penggunanya untuk berinteraksi antar sesama pengguna ataupun dengan informasi yang diinginkan. Jadi New Media menurut Ron Rice adalah berguna untuk mempermudah kita saling berkomunikasi menggunakan alat yang melibatkan komputer, untuk mendapatkan informasi yang diinginkan.

Menurut McQuail, New Media adalah tempat dimana seluruh pesan komunikasi terdesentralisasi; distribusi pesan lewat satelite meningkatkan penggunaan jaringan kabel dan komputer, keterlibatan audiens dalam proses komunikasi yang semakin meningkat. Jadi New Media menurut McQuail adalah wadah dimana semua pesan berkumpul di satu tempat lalu di organisir di tiap" daerahnya sendiri dengan penggunaaan jaringan kabel dan komputer terhubung dengan satelit sehingga proses komunikasi menjadi meningkat karena kita ikut serta dalam penggunaannya.

Perkembangan New Media dari masa ke masa



New Media adalah hal yang baru di dunia terutama di Indonesia. New Media awal mulanya berawal dari di ciptakannya komputer pada generasi pertama pada perang dunia kedua negara-negara yang terlibat dalam perang berlomba-lomba untuk menciptakan hal yang baru di bidang teknologi komputer. Jadi teknologi komputer pertama kali yang kita tau digunakan oleh militer untuk kepentingan perang. semakin berkembangnya komputer dari masa ke masa maka teknologi juga semakin berkembang dengan dicipitakannya Internet pada Tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui proyek ARPA yang mengembangkan jaringan dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) dengan mendemonstrasikan Hardware dan Software komputer berbasis UNIX. Melalui internet yang digunakan untuk kepentingan militer semakin lama internet berkembang untuk kepentingan semua orang seperti Diciptakan Mesin pencari (Google, Yahoo, Bing, AOL, ASK, dll) untuk mempermudah menemukan informasi umum yang sulit ditemukan, lalu juga Sosial Media untuk berkomunikasi dengan sesama dengan jarak yang jauh, Online Shop untuk berbelanja, dsb. Teknologi dalam internet pada saat sekarang itu berkembang sangat pesat untuk kepentingan lifestyle, kerja, bahkan untuk hal yang tidak perlu seperti game. itu di bidang software, di bidang Hardware tentunya teknologi juga tidak kalah dalam perkembangannya. 


contohnya adalah diciptakannya CD-ROM, DVD, Bluray, Processor komputer, Motherboard, Graphic card, Hardisk internal menjadi Hardisk eksternal, Penyaluran internet dari Kabel biasa menjadi fiber Optic, LAN yang menjadi WiFi yang kemudian dikembangkan menjadi LiFi, Penggunaan Robot dalam kehidupan sehari-hari bahkan produksi industri,lalu diciptakannya drone untuk hal lifestyle. Jadi teknologi itu berkembang sangat cepat karena orang-orang senang untuk melihat dan menggunakan hal baru dalam hal ini teknologi.



Kekurangan dan Kelebihan dari New Media



Dampak Positif

Pesatnya perkembangan media baru secara nyata akan membawa suatu pola pikir, sikap dan tindakan / prilaku bagi setiap individu. Dalam wacana praktis, perubahan tersebut paling tidak akan membawa individu ke dalam pola hidup yang menurutnya efektif dan efesien. Alasan dasar inilah bagi para kaum kosmopolitan bahwa perkembangan new media merupakan media pencerah peradaban yang lebih maju. Yang jelas pada aras ini, perkembangan new media akan membawa dampak positivisme sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Seperti yang dikutip oleh Zulkarimien Nasution Dalam bukunya Teknologi Komunikasi Dalam Perspektif, suatu lokakarya kebijakan komunikasi yang bertema “The power of the individual in the information age” di Aspen Istitute, Colorado, Amerika, dimana new media sebagai sebuah aset terutama dalam hal revolusi teknologi komunikasi dan informasi, maka ada kecendrungan membawa harapan-harapan berupa:

• Kemajuan dalam pengolahan informasi dapat memperluas daya bakat dan kemampuan manusia (human talent). Seyogiyannya beasiswa atau program lainya digunakan untuk “ mendorong kecapatan adaptasi” untuk membujuk masyarakat dari lapangan yang berbeda agar belajar begaimana menggunakan dan memetik manfaat dari teknologi infomasi.
• Sistem-sistem yang baru akan menjamin kenyamanan pribadi yang lebih besar pada individu, suatu rumah yang lebih aman, dan bahkan” kesepian yang lebih bekurang.”
• Masyarakat akan menulis lebih baik dan lebih cepat dan menyimpan dan berhubungan dengan ide sacara lebih baik, terima kasih kepada pengolah kata (word-processors).

• Individu akan menikmati bukan sekedar effisiensi yang lebih tinggi dalam melakukan tugas harian, tapi interaksi yang lebih besar dengan orang dan kepentingan yang lain, jadi merangsang kreatifitas dan partisipasi pribadi.

• Pendidikan dapat dibuat lebih demokratis: metoda mengajar dengan menggunakan computer akan bersifat responsive kepada individu, kepada kebutuhan dan gaya belajar siswa tertentu.

• Karakteristik sebagian besar dari penanganan informasi saat ini yang membosankan akan dapat disembuhkan, membebaskan untuk menggunakan waktu pada kreatifitas yang tinggi.

Tawaran dari media akan menyajikan suatu rentang minat dan selara yang luas

• Berkembangnya biaknya saluran media ke rumah.
• Sistem-sistem baru seperti videoteks akan memudahkan biaya dan keikutsertaan dalam kompetisi media dan jasa informasi baru, membuat bertambah mendekatnya masa dimana “ setiap orang merupakan penerbit sendiri.”
• Konvergensi dari teknologi akan menuju suatu fleksibilitas modes komunikasi yang lebih besar, seperti telah dicontohkan oleh mulainya suratkabar ke dalam bentuk penyampaian digital yang berbentuk khusus.
Ikatan Komunitas akan bertambah luas dan kokoh:
• Media interaktif akan memperluas respon terhadap kebutuhan manusia.
• Computer akan membuat sistem informasi yang saat sekarang masih incompatible menjadi compatible.



Dampak Negatif 

Bagi cara pandang kaum fundamental akan sangat berbeda dengan kaum kosmopolitan. Mereka menganggap pesatnya pekembangan media baru sebagai salah satu faktor yang dapat mengaakibatkan perbenturan budaya. Dalam pandangan Mark Slouka, ini seperti sebuah paradoks. Di satu pihak, media baru dapat membuka cakrawala dunia yang sangat menjanjikan yang kaya warna, kaya nuansa, kaya citra, namun disisi lain ini akan menjadi sebuah dunia yang seakan-akan tanpa kendali. Karenanya menurut hemat saya, dampak pesatnya media baru paling tidak akan membawa beberapa dampak perubahan negatif seperti:

• Membudayanya budaya massa dalam suatu komunitas masyarakat, dimana pola kehidupan yang dinamis ditimbulkan karena adanya keinginan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

• Rasa sosial terhadap lingkungan sekitar menjadi acuh.

• Terjadinya polusi informasi.

• Merebaknya kejahatan teknologi seperti pelanggaran hak cipta / pembajakan, cybercrime (kejahatan maya).

• Tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif.

Sebagai kesimpulan akhir, bagaimanapun dunia yang semakin mengglobal dan pesatnya perkembangan media baru apabila di sikapi secara arif dan cerdas, maka yang akan terjadi adalah dampak postif tersebut akan berpihak terhadap kita, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, tampaknya kita harus berkontemplasi sejenak bahwa, “sebenarnya perkembangan globalisasi yang salah satunya ditandai adanya perkembangan media baru itu tidaklah berbahaya, akan tetapi seharusnya kita tahu bagimana memposisikannya dengan tepat, itulah kata kuncinya.”

Prediksi New Media yang akan datang

Dimasa depan tentu tak ada yang tau, tapi banyak orang sudah menerka atau berspekulasi tentang new media seperti apa yang akan datang. Dan berikut saya akan membagikan informasi apa saja tentang apa yang akan terjadi dengan new media di masa depan.
  • sosial media menjadi cara interaksi manusia. seperti sekarang kita sudah tidak perlu untuk berbicara secara empat mata tapi dengan chatting atau dengan kata lain mengirim pesan elektronik
  • tidak ada lagi layar monitor. sekarang sedang berkembangnya virtual reality yang seperti kita tau. Bahkan Jepang sedang mengembangkan hologram yang bisa disentuh dan memanipuasi indra kita.
  • drone menjadi alat untuk mengambil barang atau kurir pengiriman barang. Google sedang merancang layanan kurir menggunakan drone. Bahkan sekarang drone sebagai alat rekam dalam perfilman dan berfoto
  • SDM berbasis robot. Sekarang sudah terbukti bahwa robot lebih efisien dari manusia, penggunaan robot dalam perindustrian terbilang lebih murah dan efisien krna kecilnya eror dalam produksi dibandingkan manusia.
  • Chip sebagai Alat membayar seperti guna ATM. Di amerika sudah ada beberapa daerah yang menggunakan chip sebagai alat membayar dikarenakan chip tersebut mudah dan juga mengandung identitas, Rekening, dan sebagai GPS.
Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa terjadi di masa depan semua tergantung dari kita bagaimana kita membuat perubahan.

Sejarah singkat Internet


Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).


Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga 

membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.


Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.


Penerapan dan manfaat Internet di kehidupan umum

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Manfaat Internet dalam kehidupan umum

Untuk Sebuah Kemajuan
Kita semua tahu, ini adalah era informasi. Informasi terus bergulir seiring dengan detik waktu yang berjalan. Kita dapat mengetahui berbagai informasi dari belahan bumi lain dengan cepat. Informasi terus mengalir tanpa mengenal batas, ruang dan waktu. Ilmupun akan berkembang dengan pesat, dan tersebar keseluruh penjuru dunia. Internet merupakan sarana yang sangat vital bagi negara-negara maju.
Internet merupakan media yang sangat penting. Sumber bagi segala informasi yang sangat bermanfaat. Internet dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu sebagai sarana promosi yang tepat untuk bisnis mereka, ia menjadi referensi dan patokan seseorang untuk mengambil keputusan, sehingga ia mengambil keputusan yang tepat. Di Amerika memakai internet saat hendak membeli mobil atau membuat keputusan finansial atau investasi penting.
Jelas sekali disini internet berperan sebagai media untuk kemajuan sebuah peradaban. Terkadang orang yang belum mengenal internet dicap sebagai orang yang tertinggal (ketinggalan zaman). Di era globalisasi ini seseorang dituntuk untuk selalu mengikuti perkembangan zaman, jika seseorang tersebut tidak bisa mengikutinya maka ia akan tersisih dari kehidupan ini. Internet tidak hanya berperan sebagai media informasi, namun juga sebagai penghubung agar jalinan tali silaturahmi tetap terjaga dengan baik antara kita dan teman kita, yang mungkin sekarang ia berada benua lain.

Penerapan Internet dengan new media

  • Jejaring Sosial
  • Jejaring sosial merupakan penerapan New Media ke dalam internet yang banyak digunakan saat ini. Dengan menggunakan jejaring sosial, kita dapat melakukan berbagai hal. Seperti berkomunikasi, berbisnis, dan sebagainya. Contoh jejaring sosial New Media, yaitu: Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan lain sebagainya.
  • Aplikasi Chatting atau Messenger
  • Selain jejaring sosial, kegiatan saling mengirim pesan singkat secara langsung juga sangat popular dalam perkembangan New Media. Banyak aplikasi chatting atau messenger berbasis internet yang digunakan masyarakat. Aplikasi tersebut memudahkan dalam berkomunikasi secara cepat dengan berbagai fitur menarik. Kita tidak hanya dapat mengirim pesan teks, tapi juga dapat mengirim gambar, file, video, bahkan saling bertatap muka dengan fitur video call. Contoh aplikasi chatting atau messenger, yaitu: BBM (blackberry messenger), WhatsApp, Line, KakaoTalk Messenger, WeChat, dan sebagainya.
  • Video Conference
  • Dengan menggunakan video conference, kita dapat berkomunikasi secara real time dengan bertatap muka dengan dua orang atau lebih. Contoh aplikasi video conference, yaitu: Skype, ooVoo, dan lain-lain.
  • Hiburan
  • Selain berkomunikasi, New Media juga sangat berpengaruh dalam perkembangan dunia hiburan. Seperti dalam dunia musik dan permainan. Contohnya yaitu: berbagai permainan online di internet, aplikasi games atau permainan untuk smartphone, Youtube, dan berbagai aplikasi pemutar musik atau music player.
  • Pendidikan dan Edukasi
  • Penerapan New Media ke dalam internet juga mempengaruhi dunia pendidikan. Dengan adanya internet, proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Contohnya, yaitu: E-Book atau buku digital, berbagai video pembelajaran, materi pembelajaran di internet, dan berbagai situs tanya jawab seputar pendidikan di internet.

    Kelebihan/Keuntungan penerapan internet dan new media

Internet
  • Jangkauan Global (mendunia) Internet merupakan jaringan komputer yang tersambung dan bersifat global (mendunia), dan tanpa mengenal ruang dan waktu. Dengan kata lain kita bisa mengakses data melampaui batas-batas wilayah negara, berarti kita bisa mendapatkan informasi tanpa mengenal siapa dan di negara mana dia berada.
  • Akses non stop (24 jam) Dalam mengakses internet, kita tanpa dibatasi dengan ruang dan waktu, dimanapun, dan kapanpun, sehingga dengan adanya internet dunia ini menjadi seperti sebuah dusun yang kecil/rumah bagi kita.

  • Kecepatan dan Keakuratan Hadirnya internet komunikasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Hanya meng-klik sebuah link maka informasi yang kita butuhkan akan segera kita dapatkan.
New Media

  • Penyampaian informasi lebih cepat dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja
  • Dapat berfungsi juga sebagai media untuk berjualan, sebagai contoh di facebook sekarang ini sudah banyak orang orang yang memanfaatkannya untuk membuka toko online atau yang lebih kita sering dengar sebagai online shop.
  • Sebagai media hiburan contohnya game online, jejaring sosial, streaming video, dll.
  • Sebagai media komunikasi yang sangat mudah dan efisien. Kita dapat berkomunikasi dengan sanak saudara yang jauh tanpa harus bertatap muka langsung karena akan memakan biaya yang cukup banyak tentunya. Tetapi dengan video conference biaya tersebut bisa lebih diminimalisir.

Kekurangan penerapan internet dan new media serta bagaimana cara mengantisipasinya

Internet
  • Virus Komputer

    Pertama kali istilah "virus" digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 diAmerika Serikat. Virus komputer dinamakan "virus" karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses). Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya, yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu yang telah terinfeksi tadi dieksekusi.

    Virus komputer bisa diartikan sebuah program kecil yang mempunyai kemampuan untuk mengandalkan dirinya sendiri dan menganggu dan merusak sistem komputer. Virus bisa melakukan aktivitasnya bila file atau program yang sudah terjangkit oleh virus tertentu dijalankan. Virus komputer menjadi salah satu ancaman bagi para pengguna komputer dan pengguna internet. Karena dengan menggunakan internet virus komputer cepat sekali menyebar ke pengguna internet di berbagai belahan dunia.
  • Cyber Crime

    Cyber Crime atau kejahatan dunia maya dapat diartikan kejahatan atau tindakan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan sarana komputer ataupun internet. Di samping ada keuntungan yang lebih dari internet, internet juga membawa ancaman yang besar, antara lain : pornografi, Carding (penipuan lewat kartu kredit), perjudian, dan penipuan.

New Media
  • Rawan akan pencurian data, karena data dikirimkan secara online otomatis semua orang bisa mengakses hal tersebut. Contohnya saja Cracker yang selalu saja bisa membobol privasi seseorang dan mencuri data data pentingnya.
  • Virus, tidak dapat dipungkiri hal yang satu ini adalah yang paling sering ditemukan. Contohnya dengan mengirimkan aplikasi aplikasi yang tidak dikenal oleh user, ditambah dengan sikap penasaran si user tersebut untuk mencoba aplikasi tersebut yang ternyata adalah sebuah virus komputer.
  • Sifat malas, dengan mudahnya untuk mengakses berbagai macam data dan informasi tentunya kita akan merasa malas untuk berpergian, karena semua tugas, pekerjaan semua bsia diakses dan dikerjakan secara online. Jadi hanya tinggal duduk di depan komputer dan mengerjakan tugas -tugas tersebut dan akan lebih cepat selesai tentunya

Cara mengantisipasinya
  • Mempertimbangkan pemakaian new media dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan new media. Analisis untung ruginya pemakaian.
  • Tidak menjadikan new media sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
  • Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam new media agar new media dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika
  • Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
  • Untuk mencegah kecanduan orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Sehingga pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
  • Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi. Kedua, perlu adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook.